Skip to main content

Langkah-langkah dalam memulai usaha agribisnis

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh :)
Teman-teman disini saya akan memberikan sebuah langkah-langkah dalam memulai usaha agribisnis.

Jika kita ingin memulai membuka usaha, harus diawali dari niat kita sendiri terlebih dahulu. Karena jika kita benar-benar niat dalam membuka usaha, kita juga harus siap menerima resiko apapun.

Langsung saja yaaaa...

1) Kembangkan proses pemikiran dan instuisi
    Pengembangan proses pemikiran untuk memulai usaha agribisnis merupakan landasan awal yang harus dihayati dan dipahami secara saksama oleh setiap calon pelaku. Niat awal mengenai keinginan melakukan kegiatan agribisnis perlu benar-benar dicermati karena hal ini akan berkontribusi terhadap berbagai hal yang timbul sebagai konsekuensi usaha, misalnya kegagalan atau kesuksesan. Proses pemikiran dalam hal jenis, skala, keberlanjutan, dan target usaha secara jelas dipertimbangkan dalam langka awal memulai usaha. Jenis usaha yang akan ditekuni sangat tergantung dari hasil eksplorasi informasi yang diperoleh.
    Manusia sebagai thinking center dapat mengawali sesuatu dari daya pikirnya sehingga hal-hal yang akan dilakukan merupakan hasil pemikirannya. Dalam mempertajam pemikiran usaha dibidang agribisnis, seseorang harus mencoba berpikir dengan mind set yang mengarah pada agribisnis itu sendiri.

2) Kembangkan dan rekam setiap gagasan yang ada
    Gagasan dengan sendirinya akan muncul jika pengembangan pemikiran rencana usaha dilakukan secara serius. Gagasan akan muncul setelah proses pada pemikiran berjalan dengan sistematis. Dalam kegiatan agribisnis, gagasan akan semakin tajam jika seorang yang tertarik pada bidang untuk mempelajari agribisnis secara konkret. Adanya kunjungan ke sentra-sentra produk dan distribusi atau daerah pemasaran perlu dilakukan.

3) Persiapkan perencanaan usaha 
    Setelah terjadi pemikiran dan pematangan gagasan, langkah selanjutnya adalah perencanaan usaha. Dalam perencanaan agribisnis, jika sudah dimasukkan unsur angka (biaya dan penerimaan), gunakanlah angka yang konservatif sehingga secara psikologis akan memberikan dampak pada motivasi pencapaian target yang lebih rasional. Yang terpenting dalam perencanaan agribisnis, yaitu :
          a. Kumpulkan fakta dan informasi yang berkaitan dengan obyek perencanaan
          b. Analisis fakta-fakta dan informasi yang berkaitan dengan obyek perencanaan
          c. Prediksi perkembangan pada masa depan
          d. Tetapkan tujuan
          e. Kembangkan alternatif tindakan
          f. Kembangkan sistem evaluasi kemajuan dan pengendalian

4) Tentukan lokasi
    Dalam kegiatan agribisnis, terutama kegiatan budidaya, lokasi usaha dapat ditujukan untuk kegiatan on farm (produksi). Untuk kegiatan budidaya, lokasi produksi ditentukan oleh beberapa pemikiran yang saling berkaitan (Downey and Erickson, 1992), yaitu :
      a. sumber bahan baku,
      b. ketersediaan tenaga kerja,
      c. lokasi pasar, dan
      d. intensif khusus yang tersedia.

5) Buat perencanaan finansial
    Perencanaan dapat meliputi perencanaan kegiatan dan perencanaan keuangan. Dalam kegiatan on farm agribisnis, studi kelayakan usaha tampaknya perlu dilakukan. Besar atau kecilnya usaha yang akan dilakukan pasti membutuhkan modal dalam menjelaskannya.

6) Perhatikan aspek hukum dan aspek manajemen
    - Seorang calon pelaku usaha hendaknya juga dipertimbangkan aspek legal dari usaha yang akan dilakukan. Pembentukan badan hukum bagi usaha dianjurkan jika memang membutuhkan.
    - Aspek manajemen dalam masa perencanaan usaha dapat dipisahkan dalam dua kelompok kegiatan, yaitu aspek manajemen yang berhubungan dengan masa pembangunan dan manajemen dalam operasi usaha.

7) Implementasikan perencanaan yang telah dibuat
    Setelah mempelajari aspek yang dipelajari dan diterjemahkan dalam suatu perencanaan yang komprehensif seperti umumnya. Beberapa kiat-kiat yang harus dimiliki oleh para pelaku.
       a. membuat usulan ide/konsep bisnis ke mitra strategis
       b. membangun kerja sama dengan pemasok
       c. membangun hubungan dengan distributor 
       d. membuka hubungan dengan lembaga penunjang


Naahh, kurang lebih seperti  penjelasan diatas tentang langkah-langkah memulai usaha agribisnis..
Selamat mencoba dan selalu optimis yaaa :)

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Sumber : Krisnamurhti, Bayu. 2009. Langkah Sukses Memulai Agribisnis. Cet. 5. - Jakarta: Penebar Swadaya.

Comments

  1. Mantap ,,, jgan lupa disertai dengan doa Doong

    ReplyDelete
  2. Artikel kayak gini cocok banget buat orang yang mau memulai bisnis siiip

    ReplyDelete
  3. Sangat bermanfaat, artikelnya sangat worth it buat dibaca :)

    ReplyDelete
  4. Kata-katanya mudah dipahami, sangat cocok untuk dijadikan referensi membaca

    ReplyDelete
  5. Tambahin gambar2 or animasi min biar makin maknyus. Ditunggu informasi2 selanjutnya, mantap artikelnya.👍

    ReplyDelete
  6. Wahh artikelnyaa sangat2 membantu , pas banget nih buat orang2 ingin memulai bisnis , thx kak 😊

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah...selain bermanfaat bisa bgt niy buat bangun motivasi memulai agribisnis...jazakillah khairan...💓💓

    ReplyDelete
  8. Terimakasih,ilmunya sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  9. Bismillah.. sanagt bermanfaat untuk saya yg ingin memulai usaha Agri bisnis..

    ReplyDelete
  10. Ilmunya sangat berguna,terimakasih!

    ReplyDelete
  11. Terima kasih
    Infonya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  12. Terima kasih atas info yang bermanfaat👍

    ReplyDelete
  13. Bagus, artikelnya bikin saya termotivasi untuk berbisnis

    ReplyDelete
  14. assalamualaikum ((yg gk jawab atheis))
    saya sangat tersanjung dengan tulisan anda sehingga membuat saya ingin meneteskan air mata
    hiyahiyahiya

    ReplyDelete
  15. your information, very hopefully 👌

    ReplyDelete
  16. Sudah lumayan bagus, yang paling disuka meskipun menulis tetep mencantumkan sumbernya. .lanjutkan

    ReplyDelete
  17. Sangat mudah untuk dipahami, nice 👍

    ReplyDelete
  18. Gud 👍🏻 mangats.. terus berkarya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

#2 GALI IDE USAHA MU

Hayyy temen-temen ehehe, ada bab selanjutnya nih yang bakal aku bahas. Beberapa analisa yang dapat mempermudah kalian untuk menjadi pengusaha muda, mandiri, dan sukses. Di simak lagi yaaa! Pertama. Analisa Pros-Cons (Aspek Positif dan Aspek Negatif) Yang dimaksud yaitu suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusulkan layak untuk dijalankan atau tidak. Caranya adalah dengan membandingkan dari aspek positif dan aspek negatifnya. Analisa ini digunakan untuk menentukan satu ide usaha dari beberapa ide dan akan kita nilai mana yang paling baik. Dalam memilah aspek positif dan negatifnya kita perlu mendata beberapa informasi yang ada, antara lain: 1) Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha, artinya ada berbagai hal yang dikuasai untuk mendukung usaha yang dijalankan. Contohnya kemampuan memasak, menggambar, mengoperasikan komputer, dan atau keterampilan lainnya. 2) Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan, artinya pengusaha harus mengetahui bahan baku yan...
Sistem & Manajemen Agribisnis Peternakan Agribisnis pada mulanya diartikan secara sempit, yaitu menyangkut subsektor masukan (input) dan subsektor produksi (on farm). Pada perkembangan selanjutnya agribisnis didefinisikan secara luas dan tidak hanya menyangkut subsektor masukan dan produksi tetapi juga menyangkut subsektor pascaproduksi, meliputi pemrosesan, penyebaran, dan penjualan produk. Dengan demikian agribisnis peternakan merupakan kegiatan usaha yang terkait dengan subsektor peternakan, mulai dari penyediaan sarana produksi, proses produksi (budidaya), penanganan pasca panen, pengolahan, sampai pemasaran produk ke konsumen. Dalam subsektor peternakan, subsistem hulu meliputi industri bibit ternak, pakan ternak, obat-obatan dan vaksin ternak, serta alat-alat dan mesin peternakan (alsinnak). Berdasarkan jenis outputnya, subsistem usahatani dapat digolongkan menjadi usaha ternak perah, usaha ternak potong/pedaging, usaha ayam petelur, dan lain-lain. Subsist...

Peran Agribisnis dalam Perekonomian Nasional

Kontribusi sektor agribisnis dalam perekonomian dapat diukur dengan berbagai indikator seperti kontribusinya dalam pembentukan GDP, kesempatan kerja, dan perdagangan internasional. Disamping itu peranannya juga dapat dilihat dari kontribusinya dalam pembangunan ekonomi daerah, ketahanan pangan nasional dan pelestarian lingkungan hidup.  Peran tersebut  diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 17 tahun 2007 tentang RPJPN tahun 2005-2025, menyatakan bahwa visi pembangunan nasional tahun 2005-2025 adalah: Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur. Untuk mewujudkan visi pembangunan nasional tersebut ditempuh melalui delapan misi yang mencakup: (1) mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila, (2) mewujudkan bangsa yang berdaya saing, (3) mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum, (4) mewujudkan Indonesia aman, damai dan bersatu, (5) mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan, (6) mewujudkan Ind...