MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI AGRIBISNIS PETERNAKAN
Perencanaan produksi dan pengendalian proses produksi (Downey and Erickson, 1987).
Martinich (1996) bahwa manajemen pengoperasian terdiri dari perencanaan produksi penyusunan atau merancang sistem produksi dan pengendalian pengoperasian produksi untuk mencapai tujuan dari organisasi.
Produksi adalah seperangkat prosedur dan kegiatan yang terjadi dalam penciptaan produk (Downey and Erickson, 1987).
Manajemen Pengoperasian Produk antara lain pembelajaran dari suatu
organisasi dimana kita diharuskan untuk mengerti, menjelaskan,menebak, serta
merubah suatu organisasi dan pengaruh strategi dari proses transformasi atau
perubahan. Dengan kata lain, manajemen operasional merupakan efektifitas dan
efisiensi manajemen dari suatu proses perubahan atau transformasi.
Dalam Manajemen operasional membahas bagaimana membangun dan
mengelola oprasi suatu organisasi mulai dari perencanaan sistem operasi,
perancangan sistem operasi hingga pengendalian sistem operasinya. Manajemen Operasi
sebagai ilmu sangat penting untuk dipelajari mengingat Manajemen Operasi adalah
satu dari tiga fungsi utama organisasi selain fungsi pemasaran dan fungsi
keuangan, dimana fungsi operasi sangat berhubungan dengan fungsi lainnya
termasuk kedua, mempelajari Manajemen Operasi adalah untuk mengetahui bagaimana
cara mempraduksi barang dan jasa.
“Pengembangan produk adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh pabrikan
atau produsen dalam menentukan dan mengembangkan produknya, memperbaiki
produk lama, memperbanyak kegunaan dari produk yang sudah ada dan
mengurangi biaya produksi dan biaya pembungkus”.
Input produksi peternakan terdiri dari :
1. Lahan
2. Tenaga kerja
3. Kapital yakni peralatan yang dibutuhkan
4. Skill (kemampuan)
Adapun 2 tipe produksi :
1. Proses produksi terus-menerus
Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi barang
atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa
penumpukan disuatu titik dalam proses. Pada umumnya industri yang cocok dengan
tipe ini adalah yang memiliki karakteristik yaitu output direncanakan dalam
jumlah besar, variasi atau jenis produk yang dihasilkan rendah dan produk
bersifat standar.
2. Proses produksi terputus-putus
Produk diproses dalam kumpulan produk bukan atas dasar
aliran terus-menerus dalam proses produk ini. Perusahaan yang menggunakan tipe
ini biasanya terdapat sekumpulan atau lebih komponen yang akan diproses atau
menunggu untuk diproses, sehingga lebih banyak memerlukan persediaan barang dalam
proses.
1. Produksi Jangka Pendek
Ini merupakan suatu kegiatan produksi yang cepat dan juga
langsung menghasilkan produk (barang/ jasa) bagi konsumen. Contohnya itu
seperti produksi makanan seperti roti bakar, cakwe, gorengan, dan lain-lain.
2. Produksi Jangka Panjang
Ini merupakan suatu kegiatan atau aktivitas produksi yang
membutuhkan waktu yang cukup lama. contohnya seperti, menanam padi, menanam
kopi, membangun rumah, dan lain sebagainya.
3. Produksi Terus-Menerus
Ini merupakan suatu kegiatan atau aktivitas produksi yang
melakukan pengolahan berbagai bahan baku dengan secara bertahap hingga menjadi
suatu barang jadi, yang mana prosesnya berlangsung dengan secara terus menerus.
Contohnya seperti, pabrik yang memproduksi kertas, gula, karet, dan lain
sebagainya.
4. Produksi Berselingan
Ini merupakan suatu kegiatan atau aktivitas produksi yang
mengolah bahan-bahan baku dengan cara menggabungkannya menjadi suatu barang
jadi. Contohnya seperti proses pembuatan sepeda motor, yang mana tiap-tiap
bagiannya diproduksi itu dengansecara terpisah (stir, ban, mesin, knalpot, dan
lainnya). Proses penggabungan bagian-bagian itu kemudian akan menghasilkan
sebuah sepeda motor.
PENERAPAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
DALAM PENGELOLAAN USAHA AGRIBISNIS
PERBIBITAN SAPI BALI UNTUK MENGHASILKAN
SAPI BIBIT BERKUALITAS
Secara umum dalam usaha agribisnis perbibitan sapi,
manajemen yang dilaksanakan antara lain :
1. Menetapkan lokasi peternakan
2.
Perkandangan
3. Pemilihan bibit betina
4. Menentukan metode perkawinan
5.
Pakan dan Kesehatan
1. Menetapkan lokasi peternakan Dalam pemilihan lokasi untuk
usaha perbibitan sebaiknya jauh dari pemukiman masyarakat dan memiliki akses ke
pasar serta letak dan ketinggian lokasi harus memperhatikan lingkungan sekitar
sehingga tidak mencemari lingkungan sekitarnya.
2. Perkandangan Beberapa hal
yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang meliputi ukuran, bahan, sistem
penempatan, dan peralatan yang akan digunakan. Bahan pembuatan kandang
bervariasi tergantung dari daerah atau lokasi tempat kandang. Di daerah tropis,
dianjurkan kandang terbuka dari bahan-bahan yang tidak menyerap panas.
Bahan-bahan untuk membuat kandang sebaiknya :
a). Tersedia di lokasi,
b). Harga
terjangkau, bahan murah tetapi cukup kuat dan tahan lama,
c). Jangan
menggunakan bahan mudah lapuk atau muda.
d). Atap kandang sebaiknya menggunakan
bahan yang kuat, tidak menyerap panas dan harga bahanya terjangkau. Tinggi atap
harus lebih tinggi dari manusia, terutama jika kandangnya lebar melebihi
kemampuan tangan meraih bagian dalam kandang.
Kandang Ternak Sapi Dinding kandang
sebagai penahan angin secara langsung dan harus dibuat tidak mudah lepas dan
harus kuat. Bahan dapat dari kayu, bambu atau tembok. Lantai kandang harus
dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah di sekitarnya sehingga air hujan tidak
dapat masuk ke kandang dan sistem pembuangan air (drainase) dari kandang dapat
berjalan lancar.
Lantai biasa bibuat
dengan kemiringan 5%, artinya permukaan lantai di bagian belakang dengan di
depannya yang berjarak 100 cm akan mempunyai perbedaan 5 cm, permukaan lantai
harus lebih tinggi dari tanah. Berdasarkan sistem pembersihan lantainya, maka
lantai kandang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu basah (tanpa alas) dan kering
(dengan alas).
Sistem ini mudah dalam pelaksanaannya tetapi membutuhkan perhatian ekstra
terhadap tingkat kekeringan kandang. Peternak rakyat biasa menggunakan jerami
kering sebagai pengganti serbuk gergaji. Untuk usaha pembibitan yang
menggunakan sistem kering maka kekeringan alas harus benar-benar dijaga untuk
menghindari terjadinya mastitis (radang susu). Berdasarkan sistem
penambatannya, maka kandang dibedakan menjadi dua, yaitu : tambat dan lepas.
3. Tempat/bak pakan dapat dibuat dengan ukuran panjang 60 cm, pakan diperlukan
untuk efisiensi dan efektifitas pakan yang diberikan. Biaya pakan akan
membengkak jika pakan yang diberikan tidak habis dimakan ternak tetapi hanya
berserakan di dalam maupun luar kandang. Tempat air minum diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan minum ternak dan menghindari tumpahnya air ke dalam kandang.
Berdasarkan bentuknya, ada kandang tunggal dan kandang ganda. Kandang tunggal
terdiri satu baris kandang yang dilengkapi lorong jalan dan selokan/parit.
Kandang ganda ada dua macam, yaitu sapi saling berhadapan dengan dibatasi
dinding yang rendah dan sapi saling berlawanan atau saling bertolang belakang.
4. Menentukan metode perkawinan Usaha perbibitan sapi sangat
erat kaitannya dengan metode perkawinan yang digunakan untuk menghasilkan pedet
yang berkualitas. Ada dua metode perkawinan yang dapat digunakan yaitu kawin
alam dan kawin buatan.
1. Pakan
serat: hijauan pakan ternak (rumput-rumputan, kacang-kacangan, dan daunan
lainnya), dan jerami (jerami padi, jagung, kacang tanah dan sebagainya)
2.
Pakan penguat atau konsentrat. Pakan penguat diberikan ternak untuk melengkapi
kebutuhan gizi apabila diperhitungkan kurang dari kebutuhan ternak. Macam atau
jenis pakan penguat misalnya: dedak padai, dedak jagung, bungkil kelapa,
bungkil kacang tanah, 30 Limbah pertanian tanaman pangan. Banyak limbah
pertanian tanaman pangan yang dapat digunakan sebagai pakan ternak sapi,
seperti jerami padi, jerami jagung, jerami kacang tanah, dan masih banyak lagi.
Sebagai pakan ternak, limbah pertanian kualitasnya lebih rendah dibandingkan
dengan rumput kecuali limbah kacang-kacangan, tetapi dengan teknologi
fermentasi kualitas pakan dapat ditingkatkan.
5. Kesehatan Tanda-tanda sapi sehat adalah
sebagai berikut :
1. Nafsu makan besar dan agak rakus.
2. Minum teratur (kurang
lebih 8 kali sehari).
3. Mata merah , jernih dan tajam, hidung bersih, memamah
biak bila istirahat.
4. Kotoran normal dan tidak berubah dari hari ke hari.
5.
Telinga sering digerakkan, kaki kuat, mulut basah.
6. Temperature tubuh normal
(38,5 – 39ยบ) dan lincah.
7. Jarak/siklus berahi ternak teratur.
Tanda-tanda
sapi sakit, antara lain adalah :
1. Mata suram, cekung, mengantuk, telinga
terkulai.
2. Nafsu makan berkurang, minumnya sedikit dan lambat.
3. Kotoran
sedikit, mungkin diare atau kering dank eras.
4. Badan panas, detak jantung dan
pernapasan tidak normal.
5. Badan menyusut, berjalan sempoyongan.
6. Kulit
tidak elastic, bulu kusut, mulut dan hidung kering.
7. Temperatur tubuh naik
turun. 32 Beberapa tindakan pencegahan yang umumnya dilakukan adalah pemberian
obat cacing.
SUMBER :
Warmadewi, Dewi Ayu. 2014. Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen Dalam Pengelolaan Usaha Agribisnis Perbibitan Sapi Bali Untuk Menghasilkan Sapi Bibit Berkualitas. Skripsi. UNIVERSITAS UDAYANA. DENPASAR.
https://pendidikan.co.id/proses-produksi-pengertian-jenis-karakteristik-dan-contohnya/
Comments
Post a Comment