Skip to main content

Bauran Produk

Pengertian produk

Menurut Kotler & Armstrong, (2001) Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dipakai, dimiliki, atau dikonsumsikan sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan dari konsumen itu sendiri.

Jenis-jenis produk

Beberapa macam jenis produk, diantaranya :

1. Produk Konsumsi

Produk Konsumsi dapat diartikan sebagai produk yang diproduksi oleh produsen kemudian disalurkan langsung kepada konsumen untuk dikonsumsi serta pada produk konsumsi ini lebih cenderung tidak untuk dijual kembali

Adapun barang-barang yang termasuk dalam produk konsumsi yaitu:

a)      Barang kebutuhan sehari-hari

Barang yang selalu dibutuhkan konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Produk biasanya adalah produk-produk yang cepat habis dan harganya relatif murah. Contoh sederhananya yakni seperti: sabun, shampo, pasta gigi, makanan, minuman dan lain-lain.

b)     Produk belanjaan

Barang yang dalam proses pembeliannya dengan cara dibandingkan pada barang yang sejenis berdasarkan mutu, kualitas, harga dan modelnya. Bahkan juga terkadang dilihat dari penjual dan tempat penjulannya juga. Contoh sederhananya adalah seperti televisi, jaket, kaos, sepatu dan lain-lain.

c)      Produk Khusus

Produk yang bisa dibilang dengan barang mewah maupun barang yang unik dan istimewa yang mana tidak sedikit orang rela membayar dengan harga yang tinggi untuk memilikinya. Contoh sederhana dari produk khusus ini seperti mobil, motor, kamera, perhiasan dan lain-lain.

Strategi Pemasaran Produk

Strategi dapat didefinisikan secara khusus sebagai tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan (Prahalad dalam Umar, 2001:31).

Berikut adalah beberapa strategi dalam pemasaran produk :

1. Ketahui Target Pasar, yakni harus benar-benar mengenali pasar Anda, dengan cara menguasai target pasar.

2.  Menggunakan Social Media, media sosial adalah alat pemasaran yang paling ampuh karena hampir semua orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, sangat aktif menggunakannya. Contohnya dalam hal berpromosi menggunakan Instagram dan Facebook. Dengan media sosial, perusahaan dapat menjalin interaksi secara luas dengan berbagai kalangan, dengan biaya yang murah dan visibilitas atau keterlihatan yang tinggi. Social media juga memungkinkan perusahaan untuk memilih komunitas yang sesuai untuk memasarkan produk mereka sehingga apa yang ditawarkan memiliki peluang besar untuk terjual. Dalam pemasaran media sosial, dapat pula berkolaborasi dengan influencer. Banyak orang yang menggunakan influencer di sosial media untuk mempromosikan produknya. Biarkan pengikut mereka mengetahui produk Anda melalui influencer.

3.  Menawarkan Produk Secara Gratis, dalam cara ini dianggap sangat ampuh untuk ini dianggap perlu juga, seringkali seorang costumer belum membeli sebuah produk karena mereka belum pernah mencoba tentang produk tersebut.

4.  Memilih Tempat Strategis, contohnya dalam memutuskan untuk menjual kebutuhan perlengkapan anak kos, maka berjualan di dekat area kampus atau tempat sekolah akan membuat kemungkinan produk Anda cepat laku dan terlihat.

5.  Memberi Insentif sebagai sebuah rekomendasi, sebuah produk akan terlihat bagus ketika kita akan memberi penghargaan berupa insentif yang menarik. Insentif sebuah testimoni tidak harus selalu berupa uang, namun dapat berupa hadiah produk atau potongan harga. Dengan adanya insentif ini secara tidak langsung perusahaan memenangkan dua pihak untuk sasaran marketing, yaitu konsumen yang loyal dan calon konsumen.

6.   Menjalin Hubungan Baik dengan Konsumen, konsumen yang loyal merupakan sebuah aset penting perusahaan dikarenakan dengan hal tersebut maka konsumen telah berulangkali membeli produk dan biasanya ikut menyumbang pemasukan secara rutin. Jika tidak ingin kehilangan sebuah pembelian, di tengah persaingan banyaknya produk serupa, maka tidak ada salahnya memberi penghargaan kepada para konsumen yang loyal terhadap perusahaan atau bisnis.

7.  Mulut ke Mulut, biasanya hal ini dapat digunakan karena dianggap efektif dan banyak konsumen yang penasaran dan ingin mencoba produk yang telah dijual oleh perusahaan atau bisnis.

Pengertian Pemasaran Jasa

Pada umumnya perusahan jasa lebih dalam memberikan pengalaman berharga dan membuat brand-nya lebih terkenal serta melekat di hati konsumen dan masyarakat sekitar.

Pelayanan yang baik dari penyedia jasa (people) akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan akibat proses pemberian jasa yang dilakukan sangat baik sehingga dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama.

Experiential marketing sangat berbeda dengan traditional marketing. Karakteristik traditional marketing menekankan pada hal functional features and benefits dari produk. Sedangkan experiential marketing menganggap features and benefits itu sebagai given. Sesuatu yang sudah demikian dan yang lebih penting bagi mereka ialah experience atau pengalaman.

Dalam traditional marketing tidak terlalu mementingkan keadaan produk dan tingkat persaingan masih kurang, dan konsumen bersifat sangat rasional.

Pada Experiential marketing menganggap kegiatan konsumsi itu merupakan suatu pengalaman yang menyeluruh, serta konsumen sifatnya rasional dan pengalaman berharga. Pengertian experiential marketing yakni sebuah strategi pemasaran jasa untuk mengatasi rasa tidak puas konsumen terhadap produsen.

Strategi pemasaran jasa

Berikut ini adalah beberapa stategi dalam pemasaran jasa untuk meningkatkan penjualan pada bisnis :

  1. Mengenali konsumen atau target market. Hal ini dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai sesuai keinginan konsumen, hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang ditawarkan karena pada umumnya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama akan pelayanan yang mereka butuhkan.
  2. Memilih lokasi yang strategis. Pemilihan lokasi yang tepat juga penting dalam strategi pemasaran jasa. Coba dalam mempertimbangkan lokasi yang tepat untuk mendapatkan konsumen atau pelanggan yang sesuai dengan target penjualannya.
  3. Menggunakan internet marketing yaitu melalui situs jejaring sosial seperti Facebook, Instagram dan lainnya untuk dapat menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan suatu kepuasan yang lebih bagi konsumen. Karena jika teknologi yang digunakan semakin canggih, maka semakin cepat pula pelayanan yang akan diberikan untuk konsumen.
  4. Melakukan promosi offline seperti berpartisipasi di acara pameran yang sesuai dengan jenis usaha bisnis karena hal ini terbukti akan dapat meningkatkan kepercayaan pada konsumen atas eksistensi bisnis atau perusahaan Anda. Lakukan strategi promosi secara rutin dengan cara-cara yang kreatif sehingga konsumen lebih tertarik dan tidak merasa bosan.
  5. Menjalin hubungan yang baik dengan para konsumen.

Referensi :

https://www.jurnal.id/id/blog/strategi-praktis-pemasaran-jasa/

https://manajemenkeuangan.net/strategi-pemasaran-jasa/

https://jagad.id/pengertian-produk/

https://www.jurnal.id/id/blog/strategi-pemasaran-produk-yang-harus-anda-coba/

Sumaryanto, S. (2011). Strategi Sukses Bagi Usaha Pemasaran Jasa Pendidikan Berbasis Manajemen Proses. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 11(1), 23402. 

Wibowo, D. H., & Arifin, Z. (2015). Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Daya Saing Umkm (Studi pada Batik Diajeng Solo). Jurnal Administrasi Bisnis, 29(1), 59-66.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

#2 GALI IDE USAHA MU

Hayyy temen-temen ehehe, ada bab selanjutnya nih yang bakal aku bahas. Beberapa analisa yang dapat mempermudah kalian untuk menjadi pengusaha muda, mandiri, dan sukses. Di simak lagi yaaa! Pertama. Analisa Pros-Cons (Aspek Positif dan Aspek Negatif) Yang dimaksud yaitu suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusulkan layak untuk dijalankan atau tidak. Caranya adalah dengan membandingkan dari aspek positif dan aspek negatifnya. Analisa ini digunakan untuk menentukan satu ide usaha dari beberapa ide dan akan kita nilai mana yang paling baik. Dalam memilah aspek positif dan negatifnya kita perlu mendata beberapa informasi yang ada, antara lain: 1) Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha, artinya ada berbagai hal yang dikuasai untuk mendukung usaha yang dijalankan. Contohnya kemampuan memasak, menggambar, mengoperasikan komputer, dan atau keterampilan lainnya. 2) Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan, artinya pengusaha harus mengetahui bahan baku yan...
Sistem & Manajemen Agribisnis Peternakan Agribisnis pada mulanya diartikan secara sempit, yaitu menyangkut subsektor masukan (input) dan subsektor produksi (on farm). Pada perkembangan selanjutnya agribisnis didefinisikan secara luas dan tidak hanya menyangkut subsektor masukan dan produksi tetapi juga menyangkut subsektor pascaproduksi, meliputi pemrosesan, penyebaran, dan penjualan produk. Dengan demikian agribisnis peternakan merupakan kegiatan usaha yang terkait dengan subsektor peternakan, mulai dari penyediaan sarana produksi, proses produksi (budidaya), penanganan pasca panen, pengolahan, sampai pemasaran produk ke konsumen. Dalam subsektor peternakan, subsistem hulu meliputi industri bibit ternak, pakan ternak, obat-obatan dan vaksin ternak, serta alat-alat dan mesin peternakan (alsinnak). Berdasarkan jenis outputnya, subsistem usahatani dapat digolongkan menjadi usaha ternak perah, usaha ternak potong/pedaging, usaha ayam petelur, dan lain-lain. Subsist...

Peran Agribisnis dalam Perekonomian Nasional

Kontribusi sektor agribisnis dalam perekonomian dapat diukur dengan berbagai indikator seperti kontribusinya dalam pembentukan GDP, kesempatan kerja, dan perdagangan internasional. Disamping itu peranannya juga dapat dilihat dari kontribusinya dalam pembangunan ekonomi daerah, ketahanan pangan nasional dan pelestarian lingkungan hidup.  Peran tersebut  diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 17 tahun 2007 tentang RPJPN tahun 2005-2025, menyatakan bahwa visi pembangunan nasional tahun 2005-2025 adalah: Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur. Untuk mewujudkan visi pembangunan nasional tersebut ditempuh melalui delapan misi yang mencakup: (1) mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila, (2) mewujudkan bangsa yang berdaya saing, (3) mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum, (4) mewujudkan Indonesia aman, damai dan bersatu, (5) mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan, (6) mewujudkan Ind...