Skip to main content

Konsep Segmenting, Targetting, Positioning

1.      Konsep Inti STP

Inti pemasaran strategi modern terdiri atas tiga langkah pokok yaitu, Segmentasi, Targeting, Positioning. STP merupakan penyatuan dari tiga konsep yang pertama kali dikembangkan pada tahun 1950-an hingga 1970-an lalu, dan masih terus digunakan sampai saat ini. Mari kita ulas singkat, segmentasi adalah strategi dimana marketer bisa mengidentifikasi dan mengambil segmen (bagian) dari konsumen, lalu memfokuskan strategi produk atau pemasarannya pada segmen tersebut.

Segmentasi dapat dikatakan sebagai inti dari strategi pemasaran. Jika tahapan ini dilakukan dengan salah, maka tahapan selanjutnya juga akan salah. Teori segmentasi yang pertama kali dipopulerkan oleh Wendell Smith pada tahun 1950-an ini selain populer di kalangan akademis, juga sering didengung-dengungkan para manajer perusahaan pada setiap presentasi pemasaran di seluruh dunia.

Berawal dari proses segmentasi dikembangkanlah proses targeting. Jika seorang marketer mampu mengenali segmen-segmen yang lebih spesifik (niche) dari suatu populasi, maka sudah jelas bahwa mereka bisa menyasar/mengarahkan strateginya fokus ke segmen tersebut. Segala bentuk komunikasi yang dirancang juga akan disesuaikan dengan segmen konsumen yang sudah dikelompokkan tersebut.

Positioning adalah konsep yang diaplikasikan dengan tujuan supaya image merek dipersepsikan dengan benar di benak konsumen. Positioning adalah hal yang penting supaya konsumen mempunyai pemahaman yang benar terhadap fungsi dan keunggulan suatu merek dibandingkan dengan merek lainnya. Positioning yang kuat jelas mampu menjamin loyalitas konsumen terhadap suatu merek. Konsumen jelas lebih memilih merek yang sudah mereka pahami benar.

2.      Konsep nilai pelanggan

Nilai pelanggan merupakan penilaian yang terdiri dari keseluruhan konsumen terhadap utilitas sebuah produk berdasarkan persepsinya terhadap apa yang diterima dan apa yang diberikan. Nilai pelanggan adalah tradeoff antara persepsi pelanggan dengan terhadap kualitas atau manfaat produk dan pengorbanan yang dilakukan lewat harga yang dibayarkan.

Nilai pelanggan juga dapat didefinisikan sebagai total nilai yang ditawarkan kepada pelanggan dikurangi total biaya yang telah dikeluarkan pelanggan. Nilai total pelanggan meliputi nilai fungsional dari produk, pelayanan, emosional, sosial, dan nilai kondisional. Sedangkan biaya total meliputi harga moneter, waktu, upaya belanja, energi dan psikologi.

a.      Pasar grosir, pengecer dan eksportir

-          Pasar grosir

Pasar grosir merupakan sebuah tempat kegiatan atau usaha perdagangan yang menjual barang dalam partai besar, misalnya yaitu lusinan, kodian, satu dos, satu karton, dan lain-lain. Pada umumnya, pasar grosir dimiliki oleh pedagang besar dan pembelinya pedagang eceran. Contohnya : Alfa gudang rabat, pusat-pusat grosir, makro, dan lain sebagainya.

-          Pasar pengecer

Perdagangan eceran meliputi kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan prbadi (bukan untuk keperluan usaha). Namun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya pemasaran secara langsung dengan para pemakai industri karena tidak semua barang industri selalu dibeli dalam jumlah besar.

Fungsi-fungsi tersebut berupa perencanaan barang, penetapan harga, distribusi, dan promosi. Kemudian pengecer melayani konsumen dan anggota saluran distribusi lainnya. Apabila seorang pengecer melakukan penjualan barang kepada pemakai industri, biasanya transaksi yang terjadi meliputi jumlah yang besar, bukan eceran.

Sebagian besar pedagang perantara yang juga berfungsi sebagai pedagang perantara yang pada awalnya memulai fungsinya ini sebagai pedagang pengecer juga. Sebelum terbangun sistem seperti ini, para pedagang pengecer harus membeli ikan yang nantinya dijual ke nelayan di pinggir pantai.

-          Pasar eksportir

Pemasaran ekspor merupakan kerangka pikir untuk mengembangkan dan mempertimbangkan berbagai pilihan bisnis untuk menentukan kombinasi pasar dan produk paling potensial. Strategi menembus pasar ekspor adalah serangkaian keputusan tentang cara terbaik untuk mencapai tujuan ekspor. Dengan melalui strategi menembus pasar ekspor, eksportir harus memaksimalkan keunggulan daya saing (competitive advantages) dan meminimalisasikan kelemahan daya saing (competitive disadvantages) untuk meningkatkan peluang keberhasilan di Pasar Global dengan persaingan yang sangat tajam.

Pemasaran barang ke luar negeri dapat kita lakukan sendiri, dengan melakukan cara ini disebut pemasaran langsung. Tetapi ekspor dapat pula dilakukan melalui pengantara atau melalui perusahaan lain. Ada berbagai jenis badan usaha yang bergerak dalam perdagangan ekspor (Amir MS, 2004 : 78 ).

b.      Pelanggan lokal, nasional dan internasional

- Pedagang lokal atau banyak yang ditemui yakni pedagang kaki lima, atau juga yang sering disebut PKL merupakan sebuah komunitas pedagang, yang kebanyakan berjualan dengan memanfaatkan area pinggir jalan raya. Pedagang tersebut pada umumnya menggelar dagangannya, atau gerobaknya, di pinggir perlintasan jalan raya. Dilihat dari sejarahnya di Indonesia, PKL sudah ada sejak masa penjajahan Kolonial Belanda.

- Pedagang nasional atau perdagangan dalam negeri adalah perdagangan barang dan/atau jasa dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tidak termasuk Perdagangan Luar Negeri.

- Pedagang internasional, merupakan suatu aktivitas atau kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh dua negera yang berbeda. Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan antar negara atau pemerintah negara dengan negara lain. Contohnya, negara memiliki hubungan perdagangan yang sesuai kesepakatan antar kedua belah pihak yang melakukan perdagangan internasional tersebut.

3.      Segmenting

Setiap pembeli di pasar memiliki keinginan, sumber daya, lokasi, sikap dalam membeli yang berbeda-beda. Dengan ini, melalui segmentasi pasar, perusahaan membagi pasar menjadi segmen yang lebih kecil yang dapat diraih lebih efisien dan efektif dengan produk dan jasa yang cocok dengan kebutuhan unik pembeli.

a. Segmenting Consumer Markets

Ada beberapa variabel utama dari segmentasi pasar konsumen, yaitu :

-      Geographic Segmentation, segmentasi geografis tersebut dapat berupa bangsa, wilayah, negara, kabupaten, kota, atau bahkan tetangga. Perusahaan dapat memutuskan untuk menjalankan di dalam satu atau beberapa area geografis, atau menjalankan di semua area tetapimemperhatikan kepada perbedaan geografis dalam kebutuhan dan keinginan.

-       Demographic Segmentation, segmentasi tersebut dapat membagi pasar kedalam segmen-segmen berdasarkan variabel seperti umur, siklus hidup, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, etnis, dan generasi.

-     Psychographic Segmentation, segmentasi tersebut dapat membagi pembelinya kedalam, segmentasi berbeda kedalam kelas sosial, gaya hidup, atau karakteristik personal.

-     Behavioral Segmentation, segmen tersebut membagi pembeli berdasarkan pengetahuan mereka, tingkah laku, penggunaan dari barang, atau respon kepada barang.  

            b. Segmenting Business Markets

Konsumena dan pemasar bisnis menggunakan banyak variabel yang sama untuk menentukan pasar lokal. Pembeli dapat melakukan segmen berdasarkan pasar.

4.      Positioning 

Positioning merupakan bagian dari perusahaan dengan menyusun pasar untuk menempatkan hasil bersaing dengan competitory yang dapat tertanam dibenak komsumen.

Adapun beberapa langkah diferensiasi dan positioning terdiri dari tiga tahap yakni:

a. Mengidentifikasi sekumpulan keunggulan kompetitif yang berbeda di mana untuk membangun posisi;

b. Memilih keunggulan kompetitif yang tepat;

c. Memilih strategi positioning secara keseluruhan.

5. Targeting

Target pasar merupakan bagian dari sekumpulan pembeli yang berbagi kebutuhan yang sama atau karakteristik dimana perusahaan putuskan layani. Target pasar digunakan untuk mengevaluasi setiap ketertarikan segmen dalam pasar dan memilih satu atau lebih segmen untuk dimasuki.

Referensi :

https://www.kajianpustaka.com/2020/02/nilai-pelanggan-pengertian-manfaat-dimensi-dan-strategi.html

https://www.gurupendidikan.co.id/pasar-kongkret/

https://paralegal.id

https://marketing.co.id/stp-masihkah-relevan/

http://www.pendidikanekonomi.com/2015/06/sifat-pasar-pengecer-retailer.html

http://repository.uin-suska.ac.id

Apituley, Y. M., Wiyono, E. S., Hubies, M., & Nikijuluw, V. P. (2013). Pendekatann Fungsi dan Kelembagaan dalam Analisis Pemasaran Ikan Segar di Maluku Marketing in theRthe of Central Maluku). Marine Fisheries: Journal of MarineFisheries Technology and Management, 4(1), 67-74.

Kusumaningrum, D. D. (2009). Strategi pemasaran ekspor dalam memasuki pasar internasional perusahaan Dian Mandala Yogyakarta. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Widjaya, P. G. (2017). Analisis Segmenting, Targeting, Positioning Dan Marketing Mix Tengah (Functional and Institutional Approach in Analysis of Fresh Fish PadaPT. Murni Jaya. Agora, 5(1).

Semoga bermanfaat bagi teman-teman :)

Comments

Popular posts from this blog

#2 GALI IDE USAHA MU

Hayyy temen-temen ehehe, ada bab selanjutnya nih yang bakal aku bahas. Beberapa analisa yang dapat mempermudah kalian untuk menjadi pengusaha muda, mandiri, dan sukses. Di simak lagi yaaa! Pertama. Analisa Pros-Cons (Aspek Positif dan Aspek Negatif) Yang dimaksud yaitu suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusulkan layak untuk dijalankan atau tidak. Caranya adalah dengan membandingkan dari aspek positif dan aspek negatifnya. Analisa ini digunakan untuk menentukan satu ide usaha dari beberapa ide dan akan kita nilai mana yang paling baik. Dalam memilah aspek positif dan negatifnya kita perlu mendata beberapa informasi yang ada, antara lain: 1) Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha, artinya ada berbagai hal yang dikuasai untuk mendukung usaha yang dijalankan. Contohnya kemampuan memasak, menggambar, mengoperasikan komputer, dan atau keterampilan lainnya. 2) Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan, artinya pengusaha harus mengetahui bahan baku yan...
Sistem & Manajemen Agribisnis Peternakan Agribisnis pada mulanya diartikan secara sempit, yaitu menyangkut subsektor masukan (input) dan subsektor produksi (on farm). Pada perkembangan selanjutnya agribisnis didefinisikan secara luas dan tidak hanya menyangkut subsektor masukan dan produksi tetapi juga menyangkut subsektor pascaproduksi, meliputi pemrosesan, penyebaran, dan penjualan produk. Dengan demikian agribisnis peternakan merupakan kegiatan usaha yang terkait dengan subsektor peternakan, mulai dari penyediaan sarana produksi, proses produksi (budidaya), penanganan pasca panen, pengolahan, sampai pemasaran produk ke konsumen. Dalam subsektor peternakan, subsistem hulu meliputi industri bibit ternak, pakan ternak, obat-obatan dan vaksin ternak, serta alat-alat dan mesin peternakan (alsinnak). Berdasarkan jenis outputnya, subsistem usahatani dapat digolongkan menjadi usaha ternak perah, usaha ternak potong/pedaging, usaha ayam petelur, dan lain-lain. Subsist...

Peran Agribisnis dalam Perekonomian Nasional

Kontribusi sektor agribisnis dalam perekonomian dapat diukur dengan berbagai indikator seperti kontribusinya dalam pembentukan GDP, kesempatan kerja, dan perdagangan internasional. Disamping itu peranannya juga dapat dilihat dari kontribusinya dalam pembangunan ekonomi daerah, ketahanan pangan nasional dan pelestarian lingkungan hidup.  Peran tersebut  diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 17 tahun 2007 tentang RPJPN tahun 2005-2025, menyatakan bahwa visi pembangunan nasional tahun 2005-2025 adalah: Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur. Untuk mewujudkan visi pembangunan nasional tersebut ditempuh melalui delapan misi yang mencakup: (1) mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila, (2) mewujudkan bangsa yang berdaya saing, (3) mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum, (4) mewujudkan Indonesia aman, damai dan bersatu, (5) mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan, (6) mewujudkan Ind...