Skip to main content

Manajemen Pemasaran

Segmentasi

Berdasarkan personal karakterisitk, maka beras merah organik akan dipasarkan kepada orang atau komunitas yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan dan dilihat dari kalangan yang memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan, orang-orang tersebut merupakan orang-orang yang secara ekonomi memiliki daya beli yang lebih (menengah-atas) atau minat terhadap produk yang ditawarkan. 

Berdasarkan geodemographic, segmen untuk beras organik akan dipasarkan untuk semua umur, atau merupakan segmen keluarga menengah ke atas atau bisa dikatakan segmen keluarga mapan yang memiliki daya beli tinggi dan sadar akan kesehatan untuk selanjutnya. Dapat memberikan pelayakan yang baik ketika terdapat konsumen yang akan membeli produk tersebut dan mampu mempengaruhi tingkat keloyalan konsumen terhadap perusahaan (Dewi et al., 2017).

Targeting

Konsumen dalam usaha beras organik relatif masih sedikit dan pasif (umumnya konsumen mencari) bukan produsen mencari. Jika dilihat dari kebutuhan pasar modern seperti Giant, Carrefour atau supermarket lain juga sangat tinggi. Maka yang harus diperhatikan adalah stabilitas kualitas produk dan stabilitas kontiunitas produk dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Positioning

Peminat beras merah organik masih relatif sedikit, sedangkan kebutuhan pasar akan beras organik cukup tinggi sehingga dapat dikatakan jika pasar masih terbuka lebar, dan persaingan masih relatif sedikit, produk beras merah organik yang dipasarkan merupakan beras yang pure organik, selain itu juga sebagai perusahaan atau produsen dengan cara lebih dekat dengan konsumen dengan melakukan interaksi pasar misal sosialisasi produk organik di komunitas pecinta pangan organik, kalangan masyarakat yang peduli akan kesehatan, sosialisasi kesehatan dan lain sebagainya.

Bauran Pemasaran

Produk 

Beras merah organik berbeda dengan beras pada umumnya dari segi warna yaitu memiliki warna merah, aroma yang khas, rasa tidak terlalu manis dibandingkan beras putih, tidak memiliki bau apek, tahan lama, memiliki fungsi kandungan antosianin, beras merah organik merupakan salah satu antioksidan yang baik untuk tubuh serta terbukti dapat menurunkan penanda-penanda penyakit kardiovaskular pada diabetes (Pramudita et al., 2017). 

Harga 

Harga yang ditawarkan sesuai dengan ukuran mulai dari 2 kg seharga Rp 51.500, 5 kg seharga Rp 115.000, 10 kg seharga Rp 574.000 dengan harga yang terjangkau serta berdasarkan kualitas dari beras merah organik dan manfaat pada saat mengkonsumsi beras merah tersebut. 

Promosi 

Terdapat promo pembelian dan potongan harga untuk konsumen yang akan membeli bermacam-macam ukuran produk yang disediakan dan membeli produk dengan jumlah yang banyak. Proses pembayaran yang digunakan bisa tunai atau kredit sehingga dapat mempermudah konsumen dalam bertransaksi. Dengan menggunakan teknologi yang sudah ada dengan dilakukannya penerapan secara offline dan online serta memiliki outlet/cabang di seluruh Indonesia. 

Tempat 

Pada umumnya lokasi erat kaitannya dengan dekatnya pada pusat keramaian, aman, tersedia parkir yang memadai, dan dapat dijangkau dengan mudah menggunakan transportasi umum atau pribadi sehingga pemilihan lokasi sangat strategis bagi konsumen yang akan membeli produk tersebut (Savira & Suharsono, 2013). 

Media promosi

Analisis Daya Saing Beras Merah Organik

Menurut (Tupamahu, 2015) daya saing diartikan dengan kemampuan produsen untuk memproduksi suatu komoditas dengan mutu yang baik dan biaya produksi serendah-rendahnya. Oleh karena itu, terdapat cara agar beras merah organik bisa di ekspor ke pasar ASEAN (Bandrang et al., 2015). 

Adapun usaha yang akan diusahakan sebagai berikut :

a. Komoditi yang dihasilkan atau yang akan dipasarkan efisien dalam menggunakan sumberdaya dan menguntungkan secara finansial 

b. Adanya peningkatan intensifikasi, rehabilitasi yang akan mendorong proses produksi untuk pemenuhan permintaan dan penawaran beras merah organik 

c. Mempertahankan kualitas produk beras merah organik dengan cara berkelanjutan dan kemurnian pada produk

d. Memaksimalkan pangsa pasar yang tersedia secara optimal dan memperluas jaringan mitra bisnis agar mampu bersaing dengan produk lainnya

Referensi

Bandrang, T. N., Natawidjaja, R. S., & Karmana, M. (2015). Analisis Daya Saing dan Dampak Kebijakan Terhadap Beras Organik Ekspor ( Suatu Kasus di Gapoktan Simpatik Kabupaten Tasikmalaya ) Tirsa Neyatri Bandrang , Ronnie S . Natawidjaja , Maman Karmana Program Magister Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran Em. 3, 33–46. http://www.jurnal.unma.ac.id/index.php/AG/article/viewFile/388/367

DEWI, N. P. A. Y., ANTARA, M., & RANTAU, I. K. (2017). Strategi Segmenting, Targeting dan Positioning Pemasaran Beras Merah Organik Jatiluwih Bali di Provinsi Bali. Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism), 6(4), 596. https://doi.org/10.24843/jaa.2017.v06.i04.p14

Pramudita, I. I., Janah, M., Sari, F. P., & Asriani, P. S. (2017). Analisis Bauran Pemasaran Beras Instant Sebagai Produk Baru Di Pasar Kota Bengkulu. 2(2), 1–6.

Savira, F., & Suharsono, Y. (2013). Analisis Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Pada Beras Khusus Di Kabupaten Klaten. Journal of Chemical Information and Modeling, 01(01), 1689–1699.

Tupamahu, Y. M. (2015). Analisis daya saing ekspor cengkeh Indonesia di kawasan ASEAN dan Dunia. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 8(1), 27. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.8.1.27-35

Comments

Popular posts from this blog

#2 GALI IDE USAHA MU

Hayyy temen-temen ehehe, ada bab selanjutnya nih yang bakal aku bahas. Beberapa analisa yang dapat mempermudah kalian untuk menjadi pengusaha muda, mandiri, dan sukses. Di simak lagi yaaa! Pertama. Analisa Pros-Cons (Aspek Positif dan Aspek Negatif) Yang dimaksud yaitu suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusulkan layak untuk dijalankan atau tidak. Caranya adalah dengan membandingkan dari aspek positif dan aspek negatifnya. Analisa ini digunakan untuk menentukan satu ide usaha dari beberapa ide dan akan kita nilai mana yang paling baik. Dalam memilah aspek positif dan negatifnya kita perlu mendata beberapa informasi yang ada, antara lain: 1) Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha, artinya ada berbagai hal yang dikuasai untuk mendukung usaha yang dijalankan. Contohnya kemampuan memasak, menggambar, mengoperasikan komputer, dan atau keterampilan lainnya. 2) Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan, artinya pengusaha harus mengetahui bahan baku yan...
Sistem & Manajemen Agribisnis Peternakan Agribisnis pada mulanya diartikan secara sempit, yaitu menyangkut subsektor masukan (input) dan subsektor produksi (on farm). Pada perkembangan selanjutnya agribisnis didefinisikan secara luas dan tidak hanya menyangkut subsektor masukan dan produksi tetapi juga menyangkut subsektor pascaproduksi, meliputi pemrosesan, penyebaran, dan penjualan produk. Dengan demikian agribisnis peternakan merupakan kegiatan usaha yang terkait dengan subsektor peternakan, mulai dari penyediaan sarana produksi, proses produksi (budidaya), penanganan pasca panen, pengolahan, sampai pemasaran produk ke konsumen. Dalam subsektor peternakan, subsistem hulu meliputi industri bibit ternak, pakan ternak, obat-obatan dan vaksin ternak, serta alat-alat dan mesin peternakan (alsinnak). Berdasarkan jenis outputnya, subsistem usahatani dapat digolongkan menjadi usaha ternak perah, usaha ternak potong/pedaging, usaha ayam petelur, dan lain-lain. Subsist...

Peran Agribisnis dalam Perekonomian Nasional

Kontribusi sektor agribisnis dalam perekonomian dapat diukur dengan berbagai indikator seperti kontribusinya dalam pembentukan GDP, kesempatan kerja, dan perdagangan internasional. Disamping itu peranannya juga dapat dilihat dari kontribusinya dalam pembangunan ekonomi daerah, ketahanan pangan nasional dan pelestarian lingkungan hidup.  Peran tersebut  diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 17 tahun 2007 tentang RPJPN tahun 2005-2025, menyatakan bahwa visi pembangunan nasional tahun 2005-2025 adalah: Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur. Untuk mewujudkan visi pembangunan nasional tersebut ditempuh melalui delapan misi yang mencakup: (1) mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila, (2) mewujudkan bangsa yang berdaya saing, (3) mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum, (4) mewujudkan Indonesia aman, damai dan bersatu, (5) mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan, (6) mewujudkan Ind...