Pendahuluan
Perilaku
konsumen dan budaya memiliki keterkaitan yang erat. Budaya yang dimiliki oleh
seseorang dapat mempengaruhi perilaku dalam kehidupan seharihari. Perilaku
konsumen merupakan salah satu bagian dari budaya. Oleh karena itu, perilaku
konsumen dapat dijadikan oleh para produsen atau pelaku bisnis sebagai acuan
dalam menentukan strategi yang akan digunakan untuk memasuki suatu pasar.
Menurut
Lamb, Hair, dan McDaniel (2001) perilaku konsumen menggambarkan cara konsumen membuat keputusan-keputusan pembelian dan bagaimana menggunakan
dan mengatur pembelian barang atau jasa. Setiap orang memiliki perilaku
yang berbeda-beda dan pola pikir yang berbeda dalam memahami suatu hal. Termasuk
dalam hal menanggapi rangsangan yang diberikan produsen kepada konsumen,
seperti dalam hal promosi atau penjualan suatu produk. Dengan adanya pola
pikir yang berbeda-beda dari para konsumen, maka produsen perlu mengelompokkan
perilaku-perilaku konsumen yang sejenis agar strategi yang akan diterapkan oleh
produsen terhadap konsumen dapat sesuai dan berjalan dengan baik.
Pembahasan
Terdapat faktor-faktor dalam kebudayaan perilaku konsumen, diantaranya :
a. Budaya
Menurut
Kotler (2008) mengatakan bahwa budaya merupakan penyebab yang paling mendasar
dari keinginan dan tingkah laku seseorang, tingkah laku seseorang itu
dipelajari dan tumbuh dalam suatu masyarakat, sebagaimana seseorang mempelajari
nilai-nilai dasar persepsi, keinginan, dan tingkah laku dari keluarga serta
lembaga-lembaga penting di dalam masyarakat yang lain.
Faktor
budaya terdiri dari kultur, sub-kultur dan kelas sosial. Faktor-faktor budaya
mempunyai pengaruh yang paling luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen
karena seseorang cenderung akan mengikuti budaya di daerah tempat tinggalnya.
Budaya
dan Sosial Faktor budaya merupakan salah satu dari tingkah laku konsumen yang
melekat di dalam tatanan masyarakat. Kebiasaan ini yang harus dipahami dan
diketahui oleh pemasar untuk mengaktifkan peran yang dimainkan oleh budaya.
Keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka
melaksanakan kehidupan sosial masyarakat yang dijadikan milik diri manusia
sebagai bagian dari sekelompok masyarakat.
b. Kelompok
sosial
Dapat
diartikan bahwa kesatuan sosial yang menjadi tempat individu berinteraksi satu
sama lain karena adanya hubungan di antara mereka.
Faktor
sosial merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat
persamaan di dalam status atau penghargaan, sekelompok kecil, keluarga serta
peran dan status sosial konsumen, yaitu di dalamnya terdapat kelompok-kelompok
yang memberikan terhadap kehidupan sosial di masyarakat.
Kesimpulan
Faktor
budaya merupakan keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia
dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara
belajar. Sedangkan keputusan pembelian merupakan suatu tindakan yang menentukan
dan mempengaruhi semua pilihan yang ada untuk dipilih salah satu diantaranya,
dengan melalui tahapan pengenalan, pencarian informasi, penilaian alternatif,
keputusan membeli yang berkaitan dengan keputusan pembelian dan perilaku
setelah pembelian.
Faktor
sosial juga berpengaruh terhadap kebudayaan itu sendiri karena merupakan
sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan di
dalam status atau penghargaan, sekelompok kecil, keluarga serta peran dan
status sosial konsumen, yaitu di dalamnya terdapat kelompok-kelompok yang
memberikan terhadap kehidupan sosial di masyarakat.
Referensi
Adhim,
C. (2020). Analisis Faktor Budaya, Sosial, Pribadi Dan Psikologis Terhadap
Perilaku Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Pada Butik Yulia Grace. Jurnal
Pendidikan Tambusai, 4(1), 239-247.
Destian,
S., & Djatmiko, T. (2017). Pengaruh perilaku konsumen (faktor budaya,
sosial, pribadi, dan psikologis) terhadap keputusan pembelian online pada situs
modifikasi. com di Kota Bandung. eProceedings of Management, 4(3).
Suharto,
S. (2016). Pengaruh Budaya Terhadap Keputusan Pembelian Menggunakan Variabel
Sosial Dan Pribadi Sebagai Mediasi Produk Air Minum Kemasan. Derivatif: Jurnal
Manajemen, 10(1).
Comments
Post a Comment